Friday, February 8, 2013

KENAPA HARUS LISAN?




Banyak diantara kita yang mungkin rajin beribadah, puasa, zakat, haji tapi belum menyadari arti bahaya lisan. Menjaga Ibadah kita agar selalu tekun itu suatu keharusan mengingat agama kita juga mengajarkan demikian. Tapi sejauh ini, apakah kita sudah bisa melakukan yang satu ini. Yaitu menjaga lisan kita. suatu hal yang biasanya kita pandang sebelah mata. Dan tanpa sadar ibadah kita terkotori karena kita tak mampu menjaga lisan kita. Tidak mau kan ibadah kita menjadi sia-sia karena satu hal ini.
 Ibnu Qayyim ra pernah berkata:"Adalah mengherankan bahwa manusia mudah sekali menghindari makanan yang haram, berbuat dzalim, berzina, mencuri, minum khamar, memandang sesuatu yang diharamkan tetapi sulit sekali baginya menjaga pergerakan lisan." Banyak orang yang zuhud, gemar beribadah serta ahli ibadah pun tak luput dari ucapan yang dimurkai oleh Allah SWT.

Memang, lidah itu tak bertulang. Makanya manusia seringkali terjerumus kedalam ucapan yang tidak dibenarkan oleh agama. menjaga lisan itu lebih sulit daripada menjaga harta benda dan lainnya.
Lisan merupakan nikmat dari Allah SWT. Apa jadinya jika kita tidak memilikinya. Kita patut bersyukur diberi karunia ini. Tak semua orang di dunia ini diberi kenikmatan seperti ini. 

Allah SWT berfirman:"Bukankah Kami telah memberikan kepadanya dua buah mata, lidah, dan dua bibir." (Al Balad:8-9).



Pentingnya kita menjaga lisan:
Lisan adalah nikmat dari Allah SWT yang harus kita pelihara dengan baik dan menjadi kehormatan bagi pemiliknya. Bagaimana kalau seandainya kita berkata salah, tentunya kita merasa malu dan harga diri kita menjadi jatuh. Menyadari betapa kita belum sempurna dalam beribadah dan selalu instropeksi diri adalah langkah yang terbaik. Allah SWT itu Maha Pengampun.
Perkataan yang buruk seperti mengadu domba dapat menyebabkan perpecahan diantara dua orang yang semula saling mengasihi. Maka amat besar dosa orang yang melakukan adu domba meski itu hanya diucapkan melalui lisan. Mari kita memohon pada Allah SWT agar selalu terhindar dari buruknya lisan.

Tetap semangat ya...selalu ada jalan untuk memperbaiki diri selagi kita masih diberi nafas...mari kita sama-sama memperbaiki diri...


 (Sumber: Nikah, 2003)


0 komentar:

Post a Comment

Anda suka dengan artikel di blog ini, klik subscibe di bawah ini.

Enter your email address:

Delivered by FeedBurner